Berita Lain

Indeks Berita

Baca Juga

 
Senin, 08/09/2008 06:20 WIB

Massa: Balapan yang Aneh
Kris Fathoni W - detiksport


Reuters/Francois Lenoir

Jakarta - Pada suatu titik di Spa, Felipe Massa berpuas diri berkendara di posisi tiga. Setelah akhirnya bisa finis di posisi dua, dia serta merta bersyukur. Tapi setelah lantas didapuk jadi juara, sekaligus memangkas ketinggalan poin dari Hamilton menjadi sekadar dua, Massa pun menyebut GP Belgia sebagai balapan aneh.

Massa mengawali balapan di Spa, Minggu (7/9/2008), dari posisi kedua di belakang Lewis Hamilton. Namun, posisi itu tak bisa terus dipertahankan pembalap Ferrari tersebut.

Menjelang akhir balapan
Massa justru hanya jadi penonton di posisi tiga ketika rekannya Kimi Raikkonen, dan Lewis Hamilton dari McLaren saling berebut posisi satu.

Sangat mungkin dia geregetan karena merasa sulit mengejar dua pembalap terdepan. Tapi Massa memilih tenang, terlebih karena lintasan yang lembab akibat hujan.

"Saya lebih pelan dari biasanya karena saya melihat banyak orang tergelincir, terutama juga Kimi dan Lewis yang berada di depan," ujarnya ketika itu.

Balapan sepertinya akan berakhir dengan Raikkonen atau Hamilton jadi juara dan Massa di tempat ketiga. Tapi fakta di lintasan bicara lain.

Akibat adu cepat dengan Hamilton, Raikkonen ke luar lintasan dan F2008-nya "mencium" tembok. Sang juara dunia lantas tak mampu meneruskan balapan. Alhasil Massa pun otomatis melompat ke urutan dua di belakang Hamilton, posisi yang dijaganya sampai melintasi garis finis, juga disambutnya dengan cukup bahagia.

Drama di Spa ternyata belum berakhir. Lagi-lagi akibat insiden Hamilton-Raikkonen, titel juara GP Belgia yang semula digenggam Hamilton akhirnya dicopot setelah si pembalap Inggris terkena penalti 25 detik. Itu menjadikannya cuma jadi juara tiga.

Alhasil, lompatan kembali dibuat Massa yang sekarang tercatat sebagai jawara di GP Belgia musim 2008. "Ini adalah sebuah balapan yang aneh," komentar Massa ketika diserahi gelar juara, sebagaimana diwartakan CNN.

Yang tak suka mungkin mencibir gelar Massa di Spa hanya sekadar pemberian "Dewi Fortuna" karena dua pembalap di depannya bak "disingkirkan nasib", kendati dengan situasi dan kondisi berbeda. Namun, yang membela juga bisa berargumen bahwa Massa cukup layak juara karena terbukti mampu menghadirkan dirinya di tempat dan waktu yang tepat.

Kini McLaren yang tak puas atas hukuman penalti Hamilton siap mengajukan banding sehingga gelar juara GP Belgia bisa kembali berpindah tangan. Tapi yang jelas Massa masih tercatat sebagai juara di Spa, memendekkan jarak jadi dua angka dengan Hamilton, dan menajamkan persaingan di lima seri sisa. ( krs / roz )
Komentar terkini (62 Komentar)

Baca juga:

Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Nuniek
Email : iklan@detiksport.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.524,526